You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot Jakpus Lounching Program Cabenisasi
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Jakpus Galakkan Program Menanam Cabai

Untuk mengantisipasi kenaikan harga cabai jelang puasa dan Idul Fitri nanti, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat menggalakkan gerakan program menanam cabai.

Makanya warga diminta memanfaatkan lahan yang ada dengan menaman cabai

Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan, untuk mendukung gerakan menanam cabai, pihaknya memberikan bibit berumur satu bulan kepada masyarakat sekaligus mengedukasi untuk bertanam cabai yang baik dan benar.

“Biasanya jelang lebaran harga cabai tinggi. Makanya warga diminta memanfaatkan lahan yang ada dengan menaman cabai. Tahap pertama ini kami bagikan 15 ribu bibit cabai kepada masyarakat,” ujar Mangara, Minggu (24/4).

Pasokan Cabai di Pasar Induk Kramat Jati Menurun

Kepala Sudin Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Pusat, M Mulyadi menambahkan, pendistribusian dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama yakni sebanyak 15 ribu dari 30 ribu bibit cabai dengan rincian 12.980 untuk 44 kelurahan dengan masing-masing mendapatkan 295 bibit cabe.

Adapun penerima bibit yakni sebanyak 78 kelompok pertanian (Poktan) yang anggotanya kader PKK masing-masing mendapatkan 25 bibit cabe dan untuk cadangan sebanyak 70 bibit cabai.

“Nanti program ini akan dibina oleh petugas teknis lapangan,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1184 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1161 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye949 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye933 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye848 personBudhi Firmansyah Surapati